Covid-19 dan Batalnya Ujian Nasional 2020 Jenjang SD/SMP/SMA/SMK

Sehubungan dengan semakin meningkatnya penyebaran wabah pandemi coronavirus (covid-19) di Indonesia dengan mempertimbangkan kesehatan lahir dan batin siswa, guru dan tenaga kependidikan (GTK), pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2020 sepakat dibatalkan.

Sebelumnya rencana pengahapusan ujian nasional ini direncakan mulai tahun 2021. Namun mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya presiden Joko Widodo memutuskan untuk meniadakan ujian nasional mulai tahun ini.

Peniadaan ujian nasional untuk jenjang SD/SMP/SMA/SMK sederajat merupakan salah satu langkah kebiajakn social distancing untuk mencegah penyebaran covid 19 agar tidak semakin menyebar, mengingat tingkat penyebaran virus tersebut sudah hampir menyebar keseluruh provinsi Indonesia.

Berdasarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan dalam masa darurat penyebaran coronavirus Disease, berikut adalah hal – hal yang tercantum yang menjelaskan secara terperinci tentang :

Batalnya Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2020

Dengan dibatalkannya ujian nasional tahun 2020, maka keikutsertaan Ujian Nasional sudah tidak lagi menjadi syarat kelulusan dan/atau seleksi untuk masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Berbeda dengan proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, paket B, mapun paket C yang akan ditentukan dikemudian.

Secara tidak langsung, bagi sekolah yang sudah menyusun RKAS tahun anggaran 2020 dipastikan belanja kegian UN tidak dapat diserap seperti belanja alat tulis kantor (ATK), belanja cetak, belanja makan dan mimum maupun belanja jasa pengawas silang yang umumnya dibiayai dari dana BOS.

Proser Belajar Mengajar dari Rumah

Proses belajar mengajar dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh/daring untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Lebih lengkap mengenai isi dari surat edaran nomor 4 tahun 2020 tersebut, anda dapat melihatnya langsung melalui dokumen pdf tentang tentang pelaksanaan kebijakan dalam masa darurat penyebaran coronavirus Disease (covid-19).

Sedikit tambahan menyoal dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler, Bagi sekolah yang belum selesai menyusun RKAS, dana BOS dappat digunakan untuk pengadaan barang untuk membiayai keperluan dalam mencegah pendemi covid-19 seperti belanja alat kebersihan, hand sanitizer, diinfectant, dan masker bagi warga sekolah serta untuk membiayai pembelajaran jarak jauh/daring.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest news

Sebanyak 12.942 Sekolah Belum Sinkron Dapodik Per 31 Maret 2020

Dalam rangka akan dilakukannya maintenance server sebagai persiapan pengembangan Aplikasi Dapodik versi baru serta adanya perombakan pada...

Kekurangan Aplikasi RKAS BOS Setelah Update Versi 2.0.1

Diawal April ini ternyata aplikasi RKAS versi 2.00 sudah naik ke versi 2.0.1, sudahkah sahabat Ops melakukan...

Setting Multi User di Aplikasi ARKAS BOS 2020

Cara menggunakan 1 laptop untuk beberapa sekolah di aplikasi RKAS BOS 2020. Jadi, trik yang akan saya...

2 Cara Melihat Riwayat Update Windows 10

Tujuan artikel ini dibuat supaya anda dapat mengetahui update mana saja yang sudah terinstal di komputer/laptop, apakah...

Kode Dial Paket Internet Murah Telkomsel Mulai 2 Ribu Rupiah

Sesuai dengan judul diatas, kali ini saya mencoba untuk menginformasikan tentang kuota data internet yang paling murah...

Sukses Pembelajaran Jarak Jauh dengan Metode 5M

Berikut metode pembelajaran jarak jauh bagi guru dan siswa dengan menggunakan metode 5M, sekolah lawan corona yang...

Must read

Sebanyak 12.942 Sekolah Belum Sinkron Dapodik Per 31 Maret 2020

Dalam rangka akan dilakukannya maintenance server sebagai...

You might also likeRELATED
Recommended to you